Sejarah Jam Tangan Daniel Wellington

Bagi para kolektor jam tangan, Jam Tangan Daniel Wellington sepertinya sangat sayang untuk dilewatkan. Postur minimalisnya yang elegan, dipercaya dapat mempertegas signature sederhana namun tetap terlihat mewah.

Tidak heran, bila akhirnya Daniel Wellington menjadi must have item untuk melengkapi keserasian berbusana pria masa kini. Hal ini pula, yang membuat Men’s Journey tertarik untuk mengulas lebih dalam mengenai sejarah dibalik kepopuleran Daniel Wellington. Dan simak rangkumannya!

 

Jam Tangan Daniel Wellington

 

Cerita di balik Jam Tangan Daniel Wellington dimulai saat pendirinya, Filip Tysander, melakukan setengah perjalanan keliling dunia dan bertemu dengan seorang pria yang menarik di Kepulauan Inggris. Sang pria yang menginspirasi tersebut, memiliki gaya gentleman namun tetap terlihat santai dan tidak meninggalkan kesan bersahaja. Ia memiliki style yang sempurna dan sangat cinta dengan arjoli tua bertali Nato yang lapuk dimakan usia. Siapa nama pria tersebut? Well, Daniel Wellington, of course.

Persahabatan yang terjadi di antara keduanya, mempengaruhi Filip terutama dalam hal berpenampilan dengan gaya yang abadi dan berkelas. Saking terinspirasinya, Filip memutuskan menggunakan nama sahabat yang ia temui dalam perjalanannya tersebut untuk line jam tangan ciptaannya. Filip percaya, pencapaiannya terhadap brand jam tangan Daniel Wellington akan membuat pemilik nama aslinya bangga.

 

Jam Tangan Daniel Wellington

 

Filip Tysander, pada tahun lalu dianugerahi penghargaan Young Entrepreneurs of the Years dari Uppsala, organisasi pengusaha. Filip yang kala itu masih menjadi mahasiswa, mencoba menjalankan sebuah perusahaan arloji yang terinspirasi dari pengalaman travelingnya. Direktur Conservatory sekaligus ketua juri yang memilih pemenang, Sara Aaron, memiliki misi membantu siswa yang ingin memulai bisnis.

“Kami memberikan penghargaan ini, untuk mendorong orang-orang yang ingin maju dalam mencapai sesuatu. Bisnis Filip Tysanders telah berkembang dengan pesatnya hanya dalam jangka waktu setahun, dan memiliki potensi untuk tumbuh besar bahkan lebih, karena itu ia sangat tepat untuk dijadikan panutan yang baik,” jelas Sara Aaron.

 

Jam Tangan Daniel Wellington

Tren “rapi” kini lebih berkembang dibandingkan sebelumnya. Sementara ada banyak pemain di industri fashion yang menyediakan kebutuhan pria high class seperti Ralph Lauren ataupun Gant and Brooks Brothers, Filip justru melihat tetap ada celah kosong untuknya dan inilah kesempatan Filip untuk mengisinya. Filip percaya, Daniel Wellington mengisi kesenjangan itu. Visi Filip sederhana, saat seseorang berpikir untuk berpenampilan rapi, ia akan mengenakan jam Daniel Wellington.

 

Desain

Minimalis dan tidak memiliki terlalu banyak detail. Sang inspirator, Daniel Wellington sendiri, sangat mencintai arloji bertali Nato yang telah lapuk dimakan usia. Ide ini, sangat sesuai dengan konsep Filip yang ingin membuat sesuatu yang sederhana dan tak lekang dimakan usia. Pola dan warna yang berbeda dari arloji kebanyakan ditambah ciri khas klasik tali Nato, membuat Daniel Wellington sempurna.

[ Baca Juga: Perbedaan Jam Tangan Chronograph dan Chronometer ]

 

The Nato strap

Talinya sendiri, adalah bagian terpenting dari jam buatan Filip ini. Tali Nato berasal dari angkatan laut Inggris, dimana para penyelamnya akan menggunakan tali nilon yang kuat untuk dikenakan dengan pakaian selamnya. Alasan lain menggunakan tali ini pada desain, agar jam tangan terhindar dari karat dan fleksibel untuk dikenakan di berbagai kebutuhan acara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *